61 Warga Bekasi Selamat Dari Bencana Tsunami Di Banten

Reruntuhan bangunan akibat terjangan Tsunami
Reruntuhan bangunan akibat terjangan Tsunami di wilayah bsnten,Sabtu (22/12/2018).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan sebanyak 61 dari total 65 warga di Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, berhasil selamat dari amuk hantaman tsunami Banten.

“Informasi yang dihimpun, sebanyak 65 warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria ini sedang menjalani ‘family gathering’ di Karang Bolong, Serang, Banten sejak Sabtu 22 Desember 2018,” katanya,Selasa,(25/12/2018)

Korban tersebut terdiri atas 44 dewasa dan sisanya adalah anak-anak termasuk balita.

Menurut dia,sebanyak 61 korban dari rombongan tersebut diketahui dalam kondisi selamat dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sedangkan sebanyak empat lainnya, yakni Masnadi, 42 tahun, Nuhasan (32), M Soleh (40) dan Sulaeman (38) diketahui meninggal dunia karena berpisah dari rombongan untuk mancing di pesisir pantai saat tsunami terjadi.

Hal itu diketahuinya berdasarkan hasil monitoring secara langsung di Pantai Anyer pada Senin,24 Desember 2018 bersama Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air,Air Arief Maulana,Kepala Dinas Perhubungan Yayan Yuliana, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja,Cecep Suherlan dan Camat Medansatria,Taufiq R.

Menurut dia,proses pencarian korban juga melibatkan sepuluh personel Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi serta puluhan relawan.

Rombongan petugas evakuasi Kota Bekasi dikerahkan menuju Instalasi Gawat Darurat RSUD Banten dan Puskesmas Cinangka yang beralamat di Jalan Raya Karang Bolong KM139 Serang Banten.

“Di RSU Banten kami menemui warga Medansatria bernama Yogi (25) dengan kondisi luka-luka dan membutuhkan perawatan yang lebih baik, sehingga kami bawa ke RSUD Kota Bekasi,”katanya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta Tim Unit Respon Cepat (URC) dari Pemkot Bekasi untuk tetap berada di lokasi membantu proses evakuasi korban bersama dengan tim lainnya di lokasi kejadian.

“BPBD Kota Bekasi telah bergabung di Banten dan disiapkan sampai waktu yang telah ditentukan oleh komando dari Basarnas,” katanya.(tempo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: