2.600 Titik PJU Bakal Di Pasang Pemkot Bekasi

Ilustrasi PJU

Ilustrasi PJU

Warga Kecamatan Bantargebang,Kota Bekasi,mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di wilayah setempat.

Selain memberikan kesan menyeramkan, minimnya pencahayaan juga bisa memicu kasus kejahatan terutama pencurian dengan kekerasan.

Loading...

Kepala Bidang PJU pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Priyadi,mengatakan,pemerintah memang berencana akan memasang PJU di sana sebanyak 2.600 titik.

Seluruh PJU itu,kata Priyadi,akan dipasang di empat kelurahan di sana yakni Kelurahan Pedurenan,Sumurbatu,Cikiwul dan Bantargebang.

“Masyarakat memang sudah lama mengeluhkan minimnya PJU,maka dari itu tahun ini akan kita pasang,” kata Priyadi, Rabu (29/8/2018).

Menurut Priyadi,biaya yang dibutuhkan untuk memasang PJU senilai Rp 20 miliar.
Dana itu diperoleh dari DKI Jakarta melalui skema hibah yang diperoleh setiap tahun.
“Dana itu sebagai kompensasi warga Bantargebang atas keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik DKI Jakarta,” kata Priyadi.

Meski begitu,kata Priyadi,masih banyak permintaan warga di daerah lain atas pemasangan PJU.

Namun,pemerintah daerah belum bisa mengalokasikan anggaran karena terbentur kemampuan keuangan.
Apalagi,tahun ini anggaran belanja daerah mengalami defisit.

Sebenarnya,untuk seluruh lampu PJU yang sudah terpasang di 12 kecamatan di Kota Bekasi sebanyak 31.500 titik.

Namun,25.000 dalam keadaan rusak, sedangkan 6.000 PJU dalam keadaan baik. 

Kedepan,kata Priyadi,pemerintah daerah akan mengganti seluruh lampu PJU dari kompensional menjadi light emitting diode (LED).

“Karena irit pemakaian listriknya, rencananya baru akan diganti tahun depan,” kata Priyadi.

Sejauh ini,kata Priyadi,program pemasangan seluruh lampu oleh pemerintah daerah telah dibagi menjadi empat zona.

Di antaranya zona satu meliputi wilayah Bekasi Timur,Bekasi Utara,Medan Satria.

Zona dua meliputi wilayah Jatiasih dan Bekasi Barat. Zona tiga meliputi Rawalumbu,Mustikajaya, dan Bantargebang.

Terakhir,zona empat meliputi Kecamatan Pondok Gede,pondok Melati dan Jatisampurna.

Warga bernama Wandi (48) mengatakan, hampir setiap bulan ada saja kasus perampokan sepeda motor yang menimpa warga setempat saat melintas.

Selain kondisi di lapangan cukup sepi, kata Wandi, di lokasi juga minim pencahayaan sehingga para penjahat begitu leluasa beraksi.

“Pencurian dengan kekerasan sepeda motor sering terjadi, cuma warga ada yang melapor ke polsek ada juga yang tidak,” kata warga Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.(red)

Loading...

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.