10 Sungai di Kabupaten Bekasi Tercemar Limbah

Sebanyak 10 sungai di Kabupaten Bekasi terindikasi tercemar limbah domestik di wilayah setempat.

Indikasi pencemaran itu bila dilihat dari kasat mata dan aroma yang tidak sedap.

Selain airnya berwarna hitam pekat, ikan yang ada di sana juga tidak mampu bertahan hidup sehingga terindikasi ekosistem di sana mulai memprihatinkan.
di lansir wartakota.com Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, mengatakan,10 sungai tersebut adalah Sungai Citarum,Sungai Cibeet,Sungai Cipamingkis,Sungai Cikedokan,Sungai Ciherang, Sungai Cikarang,Sungai Bekasi, Sungai Balacan,Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL),dan Sungai Belencong.

Semua sungai ini,kata dia,bermuara ke Bekasi bagian utara yang wilayah terbanyak kawasan pertanian di Kabupaten Bekasi.

“Sebanyak 10 sungai itu yang dilaporkan masyarkat ke pemerintah bahwa ada indikasi pencemaran lingkungan di sana,” kata Jaoharul di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi,Kamis (23/8/2018).

Jaoharul mengatakan,masyarakat melapor bahwa jumlah ikan yang ada di sungai tersebut mengalami pengurangan yang signifikan.

Masyarakat yang sebelumnya menggunakan air itu untuk keperluan rumah tangga juga tidak memakainya lagi dengan alasan air berwarna hitam dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Jaoharul menduga ada oknum masyarakat yang membuang limbah domestik di sungai tersebut sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Atas dasar itulah,Pemerintah Kabupaten Bekasi menggandeng kepolisian dan TNI setempat membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengatasi persoalan pencemaran air sungai.

Kami bentuk satgas untuk mengamankan, mengendalikan,serta memulihkan daerah aliran sungai (DAS),apalagi di Kabupaten Bekasi ada ribuan pabrik yang berdiri,” kata Jaoharul.

Jaoharul mengatakan,pencemaran air sungai juga mempersulit masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi untuk mendapatkan air bersih.

Saat ini,kata dia,banyak masyarakat yang menggali sumur artesis maupun sumur pompa,namun kualitas airnya tidak akan bagus.

Airnya telah berbau,berminyak,dan warnanya keruh dan sangat tidak layak untuk dikonsumsi.

Untuk itu,satgas yang terbentuk dan disepakati bersama,tinggal menunggu disahkan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

Namun secara garis besar satgas akan berupaya untuk mengendalikan pencemaran di sungai dengan mengurangi dan melarang limbah air serta tinja masuk ke sungai dan melarang warga membuang sampah ke sungai.

“Kalau ada yang terbukti melakukan pencemaran ke sungai tentunya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang ada karena Satgas ini juga melibatkan Kepolisian dan TNI,” katanya.(wrtkt)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.