​PT. Sioen Semarang Asia Dipanggil Disnaker Terkait Dugaan Pelanggaran K3

Pelaporan PT.SIOEN Semarang terkait pelanggaran K3  senin (28/5/2018)
Pelaporan PT.SIOEN Semarang terkait pelanggaran K3  Senin (28/5/2018)

Pihak perusahaan PT.Sioen Semarang Asia dipanggil oleh Disnakertrans Propinsi Jawa Tengah,khususnya satuan pengawas kerja (Satwasker) terkait dugaan pelanggaran K3 oleh PT. Sioen Semarang Asia.

Terjadinya Pelanggaran K3 buruh PT. Sioen Semarang Asia di PHK sepihak dan tidak mendapatkan BPJS kesehatan untuk mengobati Luka bakar akibat kecelakaan kerja yang dialami oleh Muhammad Saefudin Zuhri. Kedatangan managemen PT. Sioen Semarang Asia di Kantor Disnakertrans dengan membawa surat kuasa yang patut di duga perlu ditanyakan Legal standingnya, sebab surat kuasa tersebut di duga kuat  mengatasnamakan pemberi kuasa kepada Sdr.Herry Simanjuntak untuk mewakili kasus pelanggaran K3.

Adapun yang aneh dan terjadinya dugaan lemahnya kedudukan surat kuasa tersebut dimana pemberi kuasa kepada Sdr. Herry Simanjuntak bukan dari Direktur PT. Sioen Semarang Asia tetapi surat kuasa tersebut dibuat dan dikeluarkan oleh sesama bagian HRD Pekerja yang seharusnya tidak untuk memberikan surat kuasa kepada Sdr. Herry Simanjuntak,Demikian disampaikan oleh Muhammad Saefudin Zuhri kepada SBGTS-GSBI PT. Sungintex (Sioen Indonesia).

“Menanggapi hal tersebut Kami Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu-Gabungan Serikat Buruh Indonesia PT. Sungintex (Sioen Indonesia) bekasi,yang selama ini mengawal kasus pelanggaran K3 yang menimpa salah satu buruh  di PT. Sioen Semarang Asia merasa perlu untuk mengingatkan agar Disnakertrans Propinsi Jawa Tengah agar serius melihat dan memeriksa PT. Sioen Semarang Asia termasuk kedudukan kuasa perusahaan tersebut”Kata Ani Nurhayati Ketua SBGTS-GSBI PT.Sungintex Bekasi,Sabtu (2/5/2018).

Ani menambahkan,Pemerintah tidak boleh lemah di bawah kekuasaan modal, hukum harus ditegakkan dan tak pandang bulu apa lagi PT. Sioen Semarang Asia adalah perusahaan modal asing (PMA) yang harus tunduk pada hukum yang berlaku,demikian disampaikan Ani Nurhayati.

“Tak terkecuali Disnaker kota Semarang yang menangani kasus PHK sdr. Muhammad Saefudin Zuhri dalam proses Mediasi juga harus memastikan bahwa Sdr. Herry Simanjuntak selaku HRD mendapat mandat dan atau kuasa dari PT. Sioen Semarang Asia dalam hal ini adalah dari direkturnya bukan dari pejabat sebagai HRD di PT. Sioen Semarang Asia dan yang memberikan surat kuasa kepada Sdr.Herry Simanjuntak tersebut sama jabatannya sebagai HRD di PT. Sungintex (Sioen Indonesia) ” Ungkap Ani Nurhayati.

Dalam pemeriksaan dugaan pelanggaran K3 tersebut dari  pengawas Disnakertrans Propinsi Jawa Tengah juga mempersiapkan tenaga Dokter untuk melihat dan menimbang seberapa banyak kerugian akibat  luka dan menyebabkan cacat permanen sdr. Saefudin tersebut.

Kepada pengawas PT. Sioen Semarang Asia melalui Sdr. Herry Simanjuntak menyampaikan bahwa PT. Sioen Semarang Asia  hanya bisa memberikan upah atas ganti rugi pengobatan serta PHK Sdr. Saefudin, dimana upahnya hanya sebesar 1 (satu) bulan upah saja.

“Pernyataan tersebut jelas dapat di kategorikan tantangan kepada pemerintah, jadi jika pemerintah dalam hal ini Pengawas Disnakertrans Propinsi Jawa Tengah akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum ketenagakerjaan”Ujar Ani Nurhayati.

Ani menegaskan,Lagi pula bukan hanya pelanggaran norma kerja terkait K3 saja yang dilakukan PT. Sioen Semarang Asia karena berdasarkan laporan para buruh terjadi pula pelanggaran norma kerja lainnya seperti masalah buruh kontrak, lembur tidak dibayar.

PT. Sioen Semarang Asia adalah salah satu perusahaan group dengan yang ada di kota Bekasi yaitu PT. Sungintex (Sioen Indonesia) keduanya bergerak di sektor garmen dan  memproduksi brand-brand ternama diantaranya,Blackcrow, Asmara/Hendri Lioyd,Stadium, Lifung, Under armour dan KLPD,LBV (Jaket Militer) dan semua itu dipasarkan di  Amerika,Jepang,Belgia,Belanda, Denmark, Prancis dan Jerman.(Ms)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.