​Perundingan Deadlock,GSBI PT.Aje Indonesia Akan Lanjutkan Perjuangan Melawan PHK Dan Outsourcing

Perundingan
Perundingan antara pihak perusahaan PT.AJE INDONESIA dengan serikat buruh SBM-GSBI jumat (10/2/2018)

Perundingan antara serikat buruh GSBI dengan pihak managemen PT. Aje Indonesia adalah kelanjutan dari perundingan sebelumnya,setelah pihak perusahaan PT. Aje Indonesia melakukan PHK kepada beberapa buruh yang dianggap buruh outsoursing di lingkungan kerja PT. Aje Indonesia.

Perundingan yang di gelar pada hari jumat (10/2/2018) di hadiri perwakilan Serikat buruh makan dan minuman (SBMM-GSBI) diantaranya; Adi Setio, M.sabila Rasyad, Khajat Azis, Dhenis Octavian dan Ramdani Solihin, dimana mereka adalah para pimpinan serikat buruh, sementara itu perwakilan managemen PT. Aje Indonesia di hadiri oleh Nur Setyaningsih,Yoel, Suniatul dan Jhohan.

“Perwakilan dari perusahaan menyampaikan kepada kami terkait lanjutan pertemuan pertama dan sekarang ini yang kedua mengenai PHK terhadap buruh PT. KSP yang di pekerjakan di PT. Aje Indonesia” Kata Adi setio 

Ketua serikat buruh SBMM-GSBI PT.Aje indonesia kepada bekasicityzen.com menjelaskan bahwa secara tegas menolak kebijakan PHK terhadap kawan-kawannya yang berjumlah 13 (tiga belas) orang tersebut dan mereka adalah buruh yang dipekerjakan di PT. Aje Indonesia.

“Dan mengapa kami menolak kebijakan PHK tersebut pertama,karena kami sebagai serikat buruh yang ada di lingkungan kerja PT. Aje Indonesia tidak pernah dilibatkan dan dirundingkan terlebih dahulu,kedua kebijakan tersebut jelas tidak sesuai dengan UUK No.13/2003 Pasal 151 ayat (1)(2)(3) dan Apakah PT. Aje Indonesia sudah menjalankan berdasarkan Surat Edaran menteri tentang pencegahan PHK massal? dimana undang-undang  dan Surat edaran menteri pun kami bacakan dalam perundingan tersebut” Jelas adi setio
 

Serikat buruh SBMM-GSBI juga meminta kepada PT. Aje Indonesia terkait surat perjanjian antara PT. Aje Indonesia dan KSP/CPP serta surat rekomendasi atas penempatan outsourcing yang katanya sudah sesuai dan dilegalkan oleh Dinas Tenagakerja, tetapi managemen tidak bisa memberikan dan menunjukan surat tersebut dengan alasan harus ada aturan untuk meminta surat tersebut di PT. Aje Indonesia, karena menurut GSBI tidak sesuai dengan Permen No. 19 Tahun 2012 Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 17 ayat (1, 2 dan 3) tentang Syarat-syarat penyerahan pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain.

‘Tetapi pihak perusahaan berbicara diwakili oleh Yoel tetap pada pendiriannya, bahwa PT. Aje Indonesia sudah melakukan dengan benar dan kalau memang ada perbedaan persepsi antara serikat buruh dan kami manegemen setidaknya harus mengundang pihak ketiga yaitu Dinas tenagakerja sebagai Penengah perbedaan pemahaman terkait outsourcing dan PHK” Beber di setio.

Perundingan tersebut di akhiri dengan meminta pihak ketiga yaitu dinas tenaga kerja kabupaten bekasi dengan meminta SBMM-GSBI untuk melaporkan terkait persoalan PHK karena PT. Aje Indonesia sudah melakukan yang benar dan seharusnya serikat meminta kepada KSP bukan kepada PT. Aje Indonesia.

PT. Aje Indonesia adalah sebuah perusahaan yang memproduksi minuman berkarbonasi dengan merks utama Big Cola, perusahaan ini berkedudukan di Kawasan Delta Silicon 2 Cikarang Kabupaten Bekasi, dimana kantor pusat perusahaan ini ada di Lima Peru.(Ms)

Tinggalkan Balasan