​Front Perjuangan Rakyat (FPR) Akan Gelar Aksi Di Hari Buruh Se-dunia Serentak Di 22 Provinsi Dan Luar Negeri

Front Perjuangan Rakyat (FPR) Akan Gelar Aksi Di Hari Buruh Se-dunia Serentak Di 22 Provinsi Dan Luar Negeri

Loading...

Hal itu disampaikan oleh ketua FPR Rudi HB Daman.ketika membuka rapat persiapan terahir menuju acara puncak peringatan Hari Buruh Sedunia atau mayday dikantor pusat Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) di jakarta,Rabu(25/4/2018).

Dalam kata pengantarnya Rudi menjelaskan “Mayday adalah hari yang paling bersejarah bagi klas buruh diseluruh negeri,termasuk di Indonesia. Peringatan Hari Buruh Sedunia pada 1 mei 2018,harus dapat meneladani perjuangan heroik klas buruh masa lalu yang telah memberikan perubahan besar bagi penghidupan klas buruh,mengurangi jam kerja panjang menjadi 8 jam kerja dalam satu hari. Kemenangan ini telah dirasakan dan dapat dinikamati oleh klas buruh diberbagai negara termasuk di Indonesia”.

“Akan tetapi kemenangan tersebut kini akan terus digerus,dipangkas,oleh pengusaha dan pemerintah yang berkuasa saat ini melalui skema kebijakan politik upah murah dan perampasan upah. Buruh dipaksa bekerja melebihi waktu 8 jam sehari,untuk kerja lembur dan menyelesaikan target yang tidak manusiawi yang dibebankan kepada buruh. Situasi ini disebabkan karna upah yang rendah,sehingga tidak dapat memenuhi standart minimum hidup buruh dan keluarganya.Dari tahun ketahun defisit upah semakin besar karna karna nilai upah yang merosot” Ungkapnya.

“Tahun ini Gsbi secara Nasional memusatkan peringatan mayday dijakarta, dan hal ini sudah kita sepakati dari agenda kosolidasi sebelumnya pada tanggal 5 April yang lalu. Maka dari itu kami mengundang kawan kawan pimpinan dari seluruh wilayah untuk hadir hari ini”. Jelasnya. 

“Selanjutnya kami juga akan mendengarkan laporan dari semua pimpinan basis/wilayah terkait update terkini mengenai hasil konsolidasi kawan kawan”. Tegasnya.

Dalam rapat yang dihadiri beberapa pimpinan itu melaporkan update dan perkembangan terahir,salah satunya pimpinan Basis/wilayah Kota Bekasi yang diwakili oleh Abrory Selaku Ketua SBME-GSBI PT. KFN.  

“Kami akan allout di 1 mei nanti, 700 anggota dipastikan hadir,dengan menggunakan 12 armada bus,kami juga menyiapkan akomodasi berupa makan dan minum bagi anggota,membuat bendera,spanduk,dan kaos mayday serta mobil komando untuk perlengkapan Aksi nanti. Untuk perhelatan mayday tahun ini laporan dari kepanitian mayday Kfn bahwa telah menghabisakan anggaran Rp 80 juta yang diambil dari iuran rp 115 ribu per-anggota”. jelasnya.

“Dari wilayah karawang,juga akan siap menuju jakarta berikut dengan bendera spanduk tuntutanya dengan menggunakan bus”. Saut Neneng yang membacakan laporan perkembangan terahir mobilisasi massa. 

“Untuk 5 basis GSBI Kabupaten Bekasi PT. Framas Indonesi, PT. Daelim Indonesia (DLI), PT. Coca Cola, PT. TSC, dan PT AJE Indonesia BigCola. dipastikan siap juga hadir dengan estmasi massa optimal beserta perlengkan Aksi mereka masing masing, salah satunya koas mayday yang sudah di jadi dan sudah dikontribusikan kesemua anggota tiap tiap basis”. Tambah Neneng yang juga Dewan Pimpinan Pusat Gsbi itu. 

“Sukabumi akan datang ke jakarta ikut bergabung Aksi dengan kawan kawan Gsbi Jabotabek dan karawang tanggal 1 mei nanti” ungkap Oki F Febrian yang melaporkan update dari wilayah itu. Untuk sementara dari semua basis di Sukabumi baru 5 pabrik yang menyatakan siap. Tapi masih ada potensi untuk bertambah dan sedang di upayakan oleh pimpinan disana”. Tegasnya lagi.

Selain massa FPR dan GSBI direncanakan Aksi 1 mei nanti juga akan ada himpunan massa dari beberapa Aliansi yaitu Front Mahasiswa Nasional (FMN),Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI), Buruh Migran Indonesia (BMI), KABARBUMI dll. Titik kumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Long march Menuju Istana Negara. Dangan massa aksi 2000 orang. (Ms/ibas)

Loading...

You may also like...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.